Berita Perpustakaan

5 Desember 2025

Pelatihan Cerita Pendek (CERPEN)

LIBRAHIMY NEWS - Perpustakaan Ibrahimy, Jumat (05/12). Suasana malam di ruang utama perpustakaan terasa hangat ketika Short Story Workshop resmi dibuka pukul 21.00 WIB, dihadiri sekitar 60 peserta. Muhammad Khaerul Anam, Duta Baca yang juga bertindak sebagai moderator, memulai dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana dan memusatkan perhatian peserta sebelum materi inti.

Setelah pengantar singkat, Anam membacakan CV narasumber, Muhammad Mukhlis, S.Pd.I., penulis cerpen berpengalaman, mantan pustakawan sejak MTs, dan dijuluki pembaca teladan di Perpustakaan Ibrahimy.

Dalam sesi materi, Mukhlis menekankan filosofi menulisnya: Lebih baik menulis lima cerpen daripada satu puisi, karena cerpen memberi ruang menata peristiwa, sementara puisi menuntut kepadatan kata. Ia menambahkan, Kalau blank atau lelah, berhenti menulis boleh, tapi jangan berhenti membaca. Banggalah jika kalian suka membaca, atau setidaknya bawa buku ke mana pun pergi. Apalagi sebagai mahasiswa, ini wajib.

Beliau berbagi pengalaman: karya cerpennya pernah meraih juara 1 FMCI. Ia menekankan pentingnya catatan harian (cathar), membayangkan karakter seolah nyata misalnya tokoh cantik ala "Agnes Monica" dan menyusun kerangka cerita yang jelas. Ide, menurutnya, bisa muncul kapan saja, bahkan di kamar mandi atau saat momen plong lainnya.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi. Acara ditutup pukul 23.00 WIB dengan pemberian kenang-kenangan berupa buku antologi prosa karya LPMI dari Duta Baca kepada narasumber, diikuti foto bersama seluruh peserta, panitia, dan narasumber.

Di penutup, Mukhlis menegaskan, Bangga itu gratis, jadi berbanggalah dengan passion literasi kalian. Workshop ini diharapkan mendorong peserta konsisten menulis cerpen, mengasah kreativitas, dan memperkuat budaya literasi di pesantren. (RZL x SHL)